Rabu, 02 Agustus 2017

Mblakrak Syar'ie #Part 1

Iseng buka blog, tak terasa telah 7 tahun vakum (tau2 udah  tua aja aaak nie ..). Oke , kali ini saya akan membuat catatan seputar perjalanan. Tema nya  seputar travelling tapi sedikit anti mainstream. Bukan travelling biasa, tapi semacam wisata ziarah atau biar kekinian, sebut aja Mblakrak Syar'ie :-)
Nah, cerita nya mumpung dapet projek di surabaya, tiap pagi lepas subuh saya selalu bengong nungguin jam masuk kantor mau ngaoain. Iseng# googling dan akhir nya kepikiran untuk pergi ke tempat-tempat tertentu yang selain  bisa sebagai pelepas penat karena  beban pekerjaan,juga ada manfaat dan pelajaran yg bisa dipetik. Saya agak sedikit menyesal saat masih  berkesempatan menjelajah NKRI tak banyak tempat bersejarah, terutama makam ulama yang saya kunjungi.
Pada bagian 1 kali ini, tujuan kita adalah makam presiden NKRI ke empat, KH Abdurrahman Wahid atau yg lebih terkenal adalah Gus Dur. Kenapa memilih ke sana ? Setidaknya ada beberapa alasan saya. Pertama, kemudahan transportasi, dari tempat saya hanya perlu lima menit untuk sampai di stasiun wonokromo. Saya memilih kereta karena ini moda transportasi favorit saya,murah nyaman anti macet dan anti mabuk  :-). Thanks to Abah Dahlan Iskan yang telah membenahi moda transport ini saat beliau menjadi Meneg BUMN meski kini di dzalimi karena dituduh korupsi (sabar bah, semoga segera clear)...
Alasan kedua, karena selain makam Gus Dur, bersemayam pula kakek beliau yg tidak asing lagi bagi Nahdlyyin seperti saya, yakni KH Muhammad Hasyim Asy'ari (putra ketiga saya beri nama seperti beliau, tabarrukan semoga bisa menjadi ulama besar seperti beliau), dan juga ada makam abah nya Gus Dur KH Wachid Hasyim, salah satu tokoh besar Indonesia di jaman pergerakan.

Sabtu, 28 Agustus 2010

Puasa di negeri Orang



















Tidak terasa hai ini sudah hampir masuk ke sepuluh malam terkahir di bulan Ramadhan 1431 Hijriyyah atau bertepatan dengan tahun 2010 ini. Ini adalah kali ke empat saya berpuasa di negeri orang dan kemungkinan besar menjadi tahun ke tiga berlebaran di kampung orang (hicks...sedihnya...). Ada banyak pengalaman baru yg saya dapatkan selama berpuasa dan berlebaran di negeri orang– dan kebetulan semuanya di sumatera- yg memang sebagian besar adalah suku melayu. Saya ingat puasa pertama saya saat itu di Batam, sebuah pulau hutan yg disulap menjadi kawasan industri oleh pak BJ Habibie. Yg berkesan saat berpuasa dan berlebaran di batam saat itu adalah sulitnya mencari makan buat sahur (karena kebetulan saya tinggal di daerah yg agak jauh dari kota – Batuaji). Sehingga kami pun biasa membeli makanan buka plus bungkus buat sahur nanti. Atau kalau beruntung, kami mendapat menu buka di mesjid2. Tidak ada yg berbeda dengan praktik tarawih sebagaimana di Jawa. 3 puasa berikutnya yg memang bagi saya banyak pelajaran dan hal2 baru yg sebelumnya belum saya alami di kampung saya. Puasa pertama di Padang dan 2 terakhir di Pekanbaru, Riau.

Ibadah khas di bulan Puasa di pekanbaru dan umumnya di Sumatera mungkin agak berbeda dengan yg biasa saya jalani di Jawa. Di sini misalnya, sebagian besar masjid mengikuti faham Imam Hanafi (kalo ga salah), yg berpendapat jumlah rekaat tarawih adalah 8 rekaat dengan dua kali salam setiap 4 rekaat, dan shalat witir 3 rekaat sekali salam sebagaimana dalam hadist yg diriwayatkan Sayyidah 'Aisyah (meski sebagian besar Ulama mengaitkannya dengan shalat malam, bukan tarawih). Saya yg sejak lahir procot dibesarkan di lingkungan nahdlyyiin dan pendidikan pesantren dan mengikuti faham Imam Syafi'i awalnya agak canggung dengan terawih model Muhammadiyah ini (tahu sendiri kan, di Jawa fanatisme NU – Muhammadiyyah masih agak kuat). Namun, akhirnya itu tidak menjadi masalah karena ternyata memang sebagian besar di sini mengamalkan hal itu. Tapi masih ada juga beberapa Mesjid (terutama mesjid2 Jami' ) yg mengamalkan hadist Sayyidina 'Umar dengan bertarawih 20 rekaat dengan salam tiap 2 rekaat dan witir dengan 2 kali salam. Seperti misalnya di Mesjid Jami' An Nur atau Mesjid Jami' Sudirman. Namun, anehnya meski menggunakan faham tersebut, sebagian besar mesjid di sini menggunakan Basmalah Jahr dan tidak berqunut meski sudah masuh 15 hari kedua di bulan Ramadhan. Begitulah, keragaman sangat mudah dijumpai di sini dan tidak ada mempermasalahkan..

Ada hal lain yg menarik, di sini sebelum terawih di mulai umumnya diadakan acara mengumpulkan sumbangan untuk masjid dan anak yatim. Banyak istilah yg digunakan, misalnya fastabiqul khairat ataupun dari hati ke hati. Setelah shalat isya', ada petugas yg berputar membaawa bakul dan mengumpulkan sumbangan dari jemaah2. Kemudian setelah selesai dilanjutkan dengan ceramah agama yg umunya berlangsung sekitar 20 menit dan terkahir dilanjutkan dengan shalat teraweh dan witir berjemaah. Kalau di Jawa, umumnya yg menganut tarawih 8 rekaat paling anti dengan hal baru seputar ibadah, mereka menyebutnya dengan bid'ah dan tidak ragu menuduh sesat bagi siapapun yg berani coba2 membuatnya. Namun di sini, meski teraweh 8 rekaat dan imamnya juga ketua Muhammadiyyah, namun tidak alergi dengan hal2 tersebut. Disamping membaca fatihah dengan bismillah jahr, kegiatan semacam fastabiqul khairat pun berlangsung tanpa ada resistensi.


Keunikan lain di sini adalah hampir setiap pesantren yg ada mengirimkan anak santri ke masjid untuk memberi ceramah. Sangat mengesankan melihat anak2 Mts dan Aliyah sudah mahir menyampaikan petuah bijak pada jamaah (jd keingat dulu suka kabur kalau dapet tugas pidoato saat malem kemis di acara khitobah hehe). Meski durasinya hanya sesaat saya yakin itu akan sangat bermanfaat bagi dirinya kelak saat berdakwah, terutama menambah kepercayaan diri.


Satu lagi, hal yg tidak saya jumpai di kampung saya. Meski sebagian besar ulama (kecuali hanafi) mengharuskan zakat fitrah di bayarkan dengan makanan pokok, di sini sebagian besar justru membayar zakat fitrah dengan uang yg jumlahnya sesuai dengan jenis beras yg akan dizakatkan.

Begitulah, orang bijak mengatakan “semakin beragam pengetahuan kita akan semakin tinggi tingkat toleransi kita kepada orang yg berbeda pemahaman dan semakin luas cara pandang kita terhadap perbedaan”....


Di hari lebaran nanti, umumnya diadakan tradisi makan bersama seluruh keluarga. Maka menu rendang khas melayu atau minang pun menjadi santapan khas. Dan bagi perantau seperti saya itu merupakan salah satu hiburan di tengah rasa jenuh dan sedih karena harus jauh dari orang tua.....

Semoga puasa kita tahun ini lebih baik dari tahun kemarin...Amiin...

Jumat, 09 Juli 2010

Antara Juanda dan Pandean...

Berada jauh dari kampung terkadang membuat kita selalu berusaha mengingat masa lalu saat di kampung. Terutama saat kita melewati suatu tempat yg pernah menjadi saksi bisu aktivitas kita di masa lalu. Seperti kemarin, saat saya harus pulang dari rantau karena istri saya sudah mendekati saat2 melahirkan (dalam buku diba' disebut "falamma isytadda bihal tholq....").
Dari pekanbaru pesawat take off pukul 7.00 untuk transit di jakarta dan connect pukul 15.00. Setelah sempat menunggu beberapa jam, akhirnya pesawat berangkat dan landing di Juanda pukul 18.30. Rencana saya saat itu akan lanjut ke kota kelahiran (Malang) dengan menggunakan bus Sby - Mlg setelah sebelumnya naik Shuttle bus (Bus bandara - Bungurasih). Namun karena dah dijemput adek pake motor dan keadaan juga sudah malam, maka saya putuskan untuk lanjut saja perjalanan ke malang naek motor (sepertinya bakal asyik..).
Meski harus membawa 2 kardus besar plus 2 tak punggung, perjalanan berlangsung dengan lancar. Ternyata kawasan bandara Juanda memang benar2 luas, rasanya lama sekali baru keluar dari area bandara. Touring kami lanjutkan langsung melewati kota sidoarjo, seakan sedang menyapa saudara2ku asal darjo (sukurin dkk). Baliho coblosan pilkadal di kanan kiri menambah semarak suasana malam itu. Beberapa saat kemudian kami pun terjebak macet di area Luapan Lumpur Lapindo. Inilah salah satu keuntungan bepergian dengan sepeda motor. Dengan hati2 kami melewati satu demi satu bus2 dan truk besar yg hanya bisa merayap sambil mengutuki orang yg menyebabkan bencana ini terjadi. Saya tidak bisa membayangkan betapa sedih dan pilunya masyarakat sekitar luapan lumpur ini. Anda bisa bayangkan kampung halaman mereka tiba2 menjadi bendungan hanya dalam beberapa saat. Meski ada yg mendapat ganti rugi, saya haqqul yaqien itu tidak bisa membeli kenangan dan sejarah yg pernah mereka ukir di sana. Dan rumah serta toko di kanan kiri jalan pun seakan menjadi saksi bisu kepedihan mereka. Rumah kosong, kusam dan kotor seakan menunggu kiamat datang sewaktu waktu.....................
.....
Setelah beberapa saat, kami pun berhasil keluar dari kemacetan dan melanjutkan perjalanan. Kalau menggunakan bis, mungkin bisa mencapai satu jam hanya untuk keluar dari kemacetan, apalagi siang hari. Karena sejak dari pekanbaru saya belum sempet sarapan dan hanya makan sepotong roti kecil di warung sebelah (jgn bayangkan naek pesawat sekarang dapet makan, minum setegukpun engga dapat), kami putuskan mampir di sebuah warung makan. Andai Njeng Nabi tidak menganjurkan untuk berhenti makan saat perut terasa kenyang, mungkin saya dah abis2an di warung ini. Anda bisa bayangkan, di pekanbaru sepiring nasi pecel dengan lauk krupuk saja harganya 12.000 belum termasuk minum, di tempat ini kami makan berdua dengan berbagai lauk, rawon, krupuk dan 2 es jeruk hanya habis 20 ribu.... (inilah alasan saya selalu ingin mendapat kerja di jawa, living cost yg sangat menyenangken..).
Puas makan, perjalan kami lanjutkan. Melewati beberapa kota yg pernah kusinggahi satu persatu kenangan itu muncul seperti memutar film di depan mata. Ketika lewat japanan saya teringat pertama kali menginjaken kaki di sana saat mampir ke teman saya semasa di PIQ, Yusqi Arif. Di pandaan kenangan saat menyaksikan kesedihan sahabat saya Dody "Dodot" saat kedua orang tuanya wafat akibat kecelakaan dan dikuburkan dengan kain kafan dari kain ihram hajji mereka. Di kota ini pula ku mampir di rumah sahabat sekelasku, si Muchza bersama dengan Dani maroebeni saat akan menyambangi calon istrinya (gathoel) naik sepeda honda 79 hihihi. Sampai di Purwodadi, ingatanku melayang saat 10 tahun silam. Saya, Ardan, Adib dan temen2 suka maen ke kebun raya saat libur. Pun, saat studi tamasya ke sana untuk pelajaran biologi, aq dapet wilayah kebun paling jauh...pohon2 pisang hehe... Di Lawang, aku teringat kenangan saat sering main bersama teman2 aiyah dulu, melewati rumah si uchi, happy, sahal, dzurroh dan teman2 lain di randu agung. bahkan balai pertanian pun pernah menjadi kenangan kami saat masa remaja dulu. Ada sebuah jalan setapak di Yonkav tempat kami pernah tertawa sambil menahan malu karena percaya dengan kata2 teman yg bilang ada sebuah air terjun di sana yg ternyata hanya sebuah pipa PDAM yg bocor qqeqe...
Singosari seakan menjadi rumah kedua-ku. Di sana aku bersekolah dan bertemu teman2 baru. Di sana pula berdiri pesantren PIQ kebanggaaanku... Bungkuk, Islah, NH dan lain2 menjadi kenangan yg tak terlupakan. Rumah si yusron seakan menjadi markas kedua kami saat aktif di OSIS. Di pesantren PIQ, tidur di kamar yg bau pesing karena di bawahnya ada terminal andong adalah keseharian yg takkan kulupakan. Di jalan tumapel kami berkonvoi dengan penuh senyum sambil menyunggi bak di kepala menuju ke zawiyyah, sebuah sumber air kecil tempat mandi santri PIQ. Di Sidodadi pula pernah kujalani persahabatan dengan sahabatku Novi. Mashyur, kaji, imam, silvi, immah, maymoon, budi sarkemo, zaid, yusron dan yg lain akan selalu kuingat dalam memoriku. Bahkan ruang kepala sekolah menjadi tempat tidurku dl saat masih menjadi redaktur majalah sekolah, bersama pak Muji guru kimia yg jago itu. Terlalu banyak kenangan untuk diceritakan....
Di sebuah desa purwoasri kuhabiskan sisa studiku. Bersama agus, nanang, karim dan teman2 luar biasa lain. 1 km jarak ke sekolah serasa dekat saat gemericik air sungai tumapel menyapa kami saat lewat.
Di pertigaan karanglo, aku teringat saat nyawaku hampir tercabut gara2 sepeda yg kutumpangi bersama agus diserobot motor. Saat itu kami sedang menjual kalender untuk pembangunan pesantren. Beruntung ada teman yg rumahnya di belakang rumah pak Nukman di belakang mejid karanglo yg menolong kami. Semoga dibalas oleh Allah, meski saya lupa namanya (mungkin qosim ). Masuk ke daerah blimbing seakan semua kenangan itu diputar ulang. Dani, taufiq, ririn, siti, anis dan kawan2 lain seakan masih di tempat itu. Di hutan pinus river side kami pernah rapat membahas rencana aksi. Di depan patung merdeka kami bercita cita..di kantor MWC NU yg kecil itu kami gantungkan rencana dan cita2 dengan segala keterbatasan....mereka manusia2 luar biasa yg pantang menyerah, meski anak2 muda semumurannya sudah abai akan agama dan perjuangan.... Ditolak saat mengajukan proposal, berdebat dan melaksanakan MAKESTA adalah agenda yg selalu kutunggu saat itu. Kami seakan bernyawa double, ga penah capek dan ngantuk hehe...Di SMP NU blimbing pula tempat aku pertama kali mengenal orang2 hebat itu...

Ya Allah, aku mencintai sahabat2ku karena Mu.. Maka cintailah mereka dan balas kebaikan mereka...

Amiinnn...

Rabu, 07 Juli 2010

Pentingnya Nama yg Baik (Pledoi seorang ayah muda)

Bismillah Walhamdu lillah Washolaatu 'alaa rasuulillah...
waba'du,

"Apalah arti sebuah nama?", kata Shakespeare. Pujangga romantis ini tidak sepenuhnya benar karena ungkapannya ini jelas menafikan pentingnya nama dalam kehidupan. Sebuah nama sangat urgen dan vital. Nama (ism) adalah petanda dari eksistensi si empunya nama (musamma). Bahkan, nama mengandung makna, harapan, obsesi, cita-cita, kedekatan, prestise, dan sebagainya. Maka, tak heran bila ayat pertama dalam setiap surah al-Quran, menurut Imam Syafi'i, adalah basmalah.

"Bismillahir rahmanir rahiim", Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Lebih dari itu, saat ayat pertama turun dengan perintah "Iqro!", "Bacalah!", maka membaca pun harus "bismi rabbika" dengan "nama Tuhanmu". Kata "Allah" menurut mayoritas ulama adalah "ism a'dzham" atau nama terbesar, terbaik, terpopuler, termegah dan paling melekat dimana-mana. Lafal Jalalah inilah yang paling banyak diucap, didengar, ditulis, dihafal, diingat, dan seterusnya (disalin dari http://www.facebook.com/notes/taufiq-el-rachman/trik-webometrics-uin-malang-2/408614491316).

Alhamdu qjj, beberapa hari yg lalu bayi kami yang cantik dan sedikit endut (4,2 kg) lahir dari perut bundanya dengan susah payah (bayangin aja, dengan berat segitu gede dokter sebelah sudah langsung memvonis harus 'dibikin jendela" alias operasi caesar), belum lagi posisi kepalanya yg miring dan masih belum menempati jalan lahir ditambah lagi dengan gerakannya yg tidak berhenti hingga saat dilahirkan, benar2 menguras tenaga bundanya dan membuat bidan geleng2 kepala. Tapi berkat pertolongan Allah semata kelahiran itu berjalan dengan normal dan baik. Bagi saya, dokter boleh jago memprediksi, bidan pun boleh saja puluhan tahun berpengalaman, namun tanpa kuasa Nya, segalanya tidak akan mungkin terjadi....

Dan, setelah kewajiban meng-adzani dan iqomah bagi putri cantik saya lakukan, kewajiban berikutnya adalah tasmiyyah atau memberi nama dan syukur2 dibarengi dengan pelaksanaan akikah atau tasyakuran potong kambing pada hari ke tujuh bagi yg ada rejeki. Dan, sebagaimana disebutkan dalam mukaddimah note ini akan pentingnya sebuah nama, saya berusaha dengan keras mencari dan menimbang berbagai nama bagi bayi mungil kami. Saya teringat hadist Kandjeng Nabi berikut :

Diriwayatkan dari Abi Darda’, Rosululloh Bersabda “Bahwa kamu semua akan dipanggil pada hari kiamat dengan namamu dan nama ayah kamu maka buatlah nama yang baik.” ( HR. Abi Darda’ dengan sanad yang baik ).

Sehingga begitu pentingnya pemberian nama yg baik, dalam satu riwayat disebutkan bahwa para sahabat banyak yg menamai putra nya dengan nama2 syuhada' Badar sebagai penghormatan dan tabarrukan (mengharap berkah) serta sebagai harapan agar kelak anak2 tersebut bisa meniru kesalihan mereka. Oleh karena itu, pada hari ke tujuh ketika upacara potong rambut dilaksanakan dan diiringi bacaan shalawat nabi secara bersama sama oleh jama'ah, saya memberi nama puteri cantik kami

"FATHIMATUZZAHRA' NASHRULLAH"......

Nama tersebut saya berikan bukan tanpa sebab. Karena saya berharap puteri saya kelak akan menjadi anak yg shalihah sebagaimana sayyidah fathimah Az Zahra' puteri tercinta Rasulullah yg begitu mulia dan taat serta sederhana. Beliau meski seorang puteri Nabi, presiden dan Manusia paling agung di seluruh jagad, masih menggiling gandum sendiri dengan tangannya hingga lecet dan kasar. Keutamaan Sayyidatina fathimah disebutkan sebuah hadist :

Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, "Aku tidak pernah melihat seorangpun yang paling mirip perangainya dengan Rosulullah, baik saat berdirinya maupun saat duduknya selain dari Fatimah binti Rosulullah." (HR Abu Daud no 5217, Tirmidzi no 3872).

Kecintaan Rasulullah pun diungkapkan dalam hadist beliau :

”Fatimah adalah bagian dariku, siapa yang menyakitinya berarti menyakitiku, siapa yang membuatnya gembira maka ia telah membahagiakanku.” (Al Hadis).

Mungkin kedua tulisan sederhana di blog berikut bisa menambah pengetahuan kita tentang pribadi beliau lebih lanjut :
http://hasanalsaggaf.wordpress.com/category/3-cinta-nabi/sekelumit-tentang-fatimah-putri-nabi/
http://iqsara.cybermq.com/post/detail/10108/mengenal-pribadi-fatimah-az-zahra

Dan nama "Nashrullah" di belakang nama nya saya tambahkan sebagai doa dan rasa syukur atas kelahiran bayi cantik kami. Nashrullah yg bermakna pertolongan Allah, saya tambahkan agar kelak dia menyadari bahwa kelahirannya yg sangat beresiko itu benar2 merupakan pertolongan dariNya. Disamping itu adalah identitas bahwa ia puteri pak Nashrullah (nama lain saya pas di pesantren dulu).

Meski demikian, ada beberapa orang yg menganggap nama tersebut tidak keren, kurang gaul, nama pasaran dan sebagainya. Ada juga yg menganggap ada hal lain selain yg telah saya sampaikan di atas. Sebagai seorang ayah, tentu hati saya sangat sedih dan terpukul. Namun demikian dengan penjelasan ini saya berharap syak wasangka dan peremehan itu tidak muncul kembali di kemudian hari. Semoga ayat berikut bisa menjadi perenungan kita :

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian dari prasangka adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain" "(QS. Al-Hujurat 49 :12) .

Terakhir, semoga puteri kami dijadikan puteri yg shalihah. Taat beragama dan patuh pada orang tua. menjadi anak yg sehat dan cerdas baik emosi, ruhiyah dan intelektual nya. Meski ia belum mengerti apa yg saya katakan, saya ingin membisikkan harapan ke telinganya :
" Nak, hari ini engkau dilahirkan dalam keadaan menangis meski manusia sekelilingmu gembira. Kelak, ayah mendoakanmu saat Allah menghendakimu kembali kepadaNya, engkau tersenyum karena puas dengan amal baikmu di dunia meski seluruh manusia menangis atas kepergianmu......Amiiin

Wallahu a'lam Bishowaab....

Jumat, 29 Januari 2010

USG

Bismillah......


Kemaren adalah kesekian kalinya saya pergi ke Pak Dokter Spesialis Kebidanan (DSOG), namanya Pak Teguh. Langsung aja istri saya disentrong dengan alat yg menurut dokter namanya USG alias Alat Penyentrong Bayi. Intinya dengan alat ini kita bisa melihat perkembangan janin dalam tubuh ibu. Beberapa orang bilang dengan alat ini kita juga bisa tahu jenis kelamin bayi. Meski demikian banyak kisah menarik seputar USG ini. Dari beberapa kasus ada saja yg meleset dari perkiraan. Seperti kisah driper saya bang Hen dan Istrinya yg sudah membeli baju2 bayi pink karena menurut dokter klaminnya perempuan, eh ternyata pas lahir laki2. Atau juga paman saya yg katanya pak dokter anaknya laki2 eh keluar perempuan.

Hal itu telah dijelaskan jauh2 hari oleh Allah bahwa tidak ada yg tahu dengan pasti keadaan janin di perut ibu kecuali Allah SWT....maka sungguh bijak dokter yag mengatakan....
" Memang mendung biasanya hujan, namun tak berarti harus hujan...Memang biasanya kalau kondisi begini2 laki2 ato perempuan, namun belum tentu nanti pas lahir sesuai perkiraan....Wallahu A'lam....

Apapun itu, laki2 dan perempuan sama saja anugerah dari Allah. Hanya patut disyukuri dan dididik dengan baik. Semoga dede' dan ibunya diberikan kesehatan dan menjadi anak yg sholeh'hah....Amin


Wassalam

Rabu, 04 November 2009

Suka Duka Ngadepin Istri Hamil...


Assalaamualaikum...

lamaa banget ga bikin tulisan..

Kali ini kesibukan saya bertambah lagi. Setelah beberapa bulan menikah, saya dan istri pengen tahu udah ada hasil belum. Saya membeli Test Pack kehamilan untuk mendeteksi (seperti bom aja..) apakah istri saya hamil atau belum. Meski hanya menggunakan yg murah (cm 5000 perak), hasilnya cukup akurat. Test menunjukkan istri saya hamil. Kami pun pergi ke dokter untuk check up. Semoga kehamilan ini lancar dan diberi kemudahan.

Bulan2 pertama istri saya bener2 kena morning sick syndrome, gejala khas wanita hamil. Kali ini selain mula. istri saya juga lebih suka tidur seharian. Maka meski belum pernah jadi suami saya harus sadar diri. 2 bak cucian tiap pagi menjadi sarapan sehari hari, ditambah satu timba piring kotor....

Hihihi..seru juga jadi domestic man..


Kami sekarang sedang sibuk2nya pacaran karena memang sebelumnya kami tidak saling kenal...Ah indahnya pacaran setelah menikah...

Try It....

Rabu, 07 Oktober 2009

Bencana Lagi...


Inna Lillaahi Wa Inna Ilaihi Rojiun..


Bencana alam dahsyat terjadi lagi. Kali ini menimpa ranah minang Sumbar. Kota padang dan Padang Pariaman luluh lantak dihajar gempa bumi berkekuatan 7.6 SR. Saat kejadian itu saya sedang bekerja dalam mobil dan tentu saja tidak merasakan getaran yg berarti karena sedang berada di jalanan Pakanbaru. Agak heran juga menyaksikan orang2 kok pada keluar rumah dan kantor. Baru beberapa saat kemudian ketika tiba di kosan pada cerita kalau baru saja terjadi gempa. Mulanya saya mengira hanya gempa kecil seperti biasa karena memang Padang langganan gempa. Dugaan saya salah besar, baru beberapa saat diberitakan korban berjatuhan. Parahnya, komunikasi putus total karena listrik padam. Kepanikan melanda seluruh masyarakat padang, tidak terkecuali di pekanbaru. Teman2 kosan yg 90% orang padang semua panik dan cemas apakah keluarganya selamat atau tidak. Ada yg mengabarkan 2 rumahnya hancur sementara tetangganya pada meninggal. Update terakhir sekitar 700 orang meninggal dan sisanya hilang.

Entahlah pertanda apa ini....

Para ahli masih meramalkan bencana akan masih berlangsung karena masih ada energy yg belum terlepas dari siklus mentawai dimana kawasan sumatera jawa dan Papua menjadi poros . Semoga kita bisa mengambil pengalaman dari musibah ini. Semoga kelaurga yg ditingalkan bersabar dan mendapat ganti yg lebih baik....Amin

Makk...Kawin


Assalaamualaikum Wr Wb
Lama banget ga nulis blog ini, gatel juga pengen nulis.....

Kali ini saya ingin sedikit berbagi cerita tentang pernikahan saya. Alhamdu qjj dua bulan lalu tepatnya 15 Agustus 2009 di kediaman calon istri saya di Ponorogo. Meski hanya sempat bertemu 2 kali dengan calon, saya merasa sudah yakin dan berniat menjadikannya sebagai pendamping hidup. Bismillah, semoga pernikahan ini berkah sehingga sakinah mawaddah dan warahmah, amin. Mungkin bagi sebagian orang pernikahan ini aneh dan terlalu tergesa gesa, namun tidak bagi kami. Meski hanya 2 kali bertemu, sebenernya hubungan kami telah setahun berlanjut meski hanya melalui media online (thanks to Friendster Yahoo dan Facebook).

Ada beberapa cerita unik seputar pernikahan ini...10 hari sebelum pernikahan posisi saya masih di pekanbaru dan belum membagi undangan sama sekali. Untungnya Facebook mempermudah saya membagi undangan ke teman2. Bahkan 3 hari menjelang akad saya belum punya celana hehe (ga da critanya Fitting kaya' artis2 itu). Anyway akhirnya pagi itu tiba, kami menyewa 2 bus untuk para pengiring sementara saya berangkat duluan dengan keluarga karena mengejar waktu (maklum akad direncanakan pukul 12.00 sedangkan perjalalan Malang - Ponorogo membutuhkan waktu 5 jam). Meski si Salma dan ibunya sempet mabuk di jalan akhirnya kami sampai juga di Ponorogo. Beruntung kami lewat jalur selatan dengan sedikit rute perbukitan sementara rombongan bus melewati Batu dan Kediri. Teman2 pada mabuk bahkan Mba Tri dan anaknya abis isi perutnya gara2 jalan yg naik turun.
Sampai di Ponorogo saya sempatkan mandi sebentar dan memakai baju dan Jaz hasil pinjeman si Nur. Sialnya, dasi yg udah dirancang mas slamet acak2an karena tertindih saat di jalan sementara saya tidak bisa merangkai dasi, so dengan modal nekat saya cantolin aja dasi itu hehe.
Akad nikah berlangsung lancar meski lupa tidak menggunakan Mike. Sengaja saya memilih menggunakan bahasa Arab karena lebih singkat dan menurut saya lebih mudah. Setelah ijab kabul, saatnya dirias. Namun karena tergesa-gesa hasilnya pun tidak maksimal sehingga saya nampak aneh dengan bedak tebal di wajah dan bibir monyong merah merona karena Lipstick. Belum lagi saya harus berjalan agak jinjit karena istri saya lebih tinggi dari saya sementara sendal saya kegedean wkwkw...watta life..
Akhirnya, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh fihak yg telah memungkinkan terlaksananya acara ini dan mohon doa restu semoga pernikahan ini diberkahi Allah...Amin

Wassalam

Minggu, 28 Juni 2009

Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Roji'un

Salamualaikum wr. wb.
Kemarin nih si artis Michael Jakson meninggal.....sungguh tragis, dalam kesepian Jackson meninggalkan segala kemewahan dunia...lha udah jelas begitu kok masih ada aja yang pengen jadi artis....herman saya...


Untungnya, Jacko telah masuk Islam dan berganti nama Mikaeel . Semoga ia tetap dalam keimanannya ketika meninggal, amin


Eniwei betewei baswei...berikut lantunan syair salah satu lagu Jacko yg terkenal, Heal The World (artinya liat kamus aja, saya juga bingun soalnya)

"Heal The World"

There's A Place In
Your Heart
And I Know That It Is Love
And This Place Could
Be Much
Brighter Than Tomorrow
And If You Really Try
You'll Find There's No Need
To Cry
In This Place You'll Feel
There's No Hurt Or Sorrow

There Are Ways
To Get There
If You Care Enough
For The Living
Make A Little Space
Make A Better Place...

Heal The World
Make It A Better Place
For You And For Me
And The Entire Human Race
There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

If You Want To Know Why
There's A Love That
Cannot Lie
Love Is Strong
It Only Cares For
Joyful Giving
If We Try
We Shall See
In This Bliss
We Cannot Feel
Fear Or Dread
We Stop Existing And
Start Living

Then It Feels That Always
Love's Enough For
Us Growing
So Make A Better World
Make A Better World...

Heal The World
Make It A Better Place
For You And For Me
And The Entire Human Race
There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

And The Dream We Were
Conceived In
Will Reveal A Joyful Face
And The World We
Once Believed In
Will Shine Again In Grace
Then Why Do We Keep
Strangling Life
Wound This Earth
Crucify Its Soul
Though It's Plain To See
This World Is Heavenly
Be God's Glow

We Could Fly So High
Let Our Spirits Never Die
In My Heart
I Feel You Are All
My Brothers
Create A World With
No Fear
Together We'll Cry
Happy Tears
See The Nations Turn
Their Swords
Into Plowshares

We Could Really Get There
If You Cared Enough
For The Living
Make A Little Space
To Make A Better Place...

Heal The World
Make It A Better Place
For You And For Me
And The Entire Human Race
There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

Heal The World
Make It A Better Place
For You And For Me
And The Entire Human Race
There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

Heal The World
Make It A Better Place
For You And For Me
And The Entire Human Race
There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

You And For Me

Sabtu, 06 Juni 2009

Kedudukan Ibadah Sholat dalam Islam (oleh Ustd. Abdullah)

Pengajian Malem Jum'at (Masjid Syuhada’, Pekanbaru)

Sholat adalah ibadah yang paling istimewa dalam Islam dibanding Ibadah lain baik puasa, zakat, hajji ataupun ibadah2 yg lain. Jika ibadah lain perintah untuk melakukannya diterima oleh Rasulullah Shallalaahu 'Alaihi Wa Sallam melalui Malaikat Djibril, maka perintah Shalat diterima langsung oleh Nabi langsung dari Allah Subnahu Wa Ta'ala di Sidrotul Muntaha saat beliau Mi'roj. Tidak heran jika beliau mengatakan dalam hadistnya :

" Hal pertama yang akan diperhitungkan kelak di hari kiamat adalah Shalat, Jika baik shalatnya maka amal yang lain dianggap baik. Jika jelek ibadah shalatnya maka seluruh ibadah lain dianggap jelek ".

Dalam Al-quran Allah telah berfirman

" Sungguh beruntung orang-orang yang beriman. yaitu orang-orang khusyuk' (tenang) dalam shalatnya'.

Mungkin banyak diantara kita yang telah melaksanakan shalat, alhamdu qjj. Jika ada orang-orang yang beruntung, tentu ada pula orang-orang yang tidak beruntung (celaka). Allah menginformasikan melalui firman Nya :

"Maka Neraka Wail disediakan bagi orang-orang yang Shalat. Yaitu mereka yang lalai dalam shalatnya...".

Beberapa ahli tafsir menerangkan 'Kelalaian" ini menjadi beberapa bagian, yaitu :

1. Lalai Niat

Yang dimaksud dengan lalai niat adalah kesalahan niat shalat seseorang. Ada kalanya seseorang itu shalat karena malu, segan dan lain sebagainya pada mertua, istri dan tetangga. Meski telah menggugurkan kewajiabn shalat, orang tersebut masih dianggap lalai.

2. Lalai Waktu

Banyak diantara kita (terutama saya) seringkali menunda shalat ketika sedang asyik bekerja. Selalu beralasan hendak menyelesaikan pekerjaan yang tinggal sedikit lagi. Ah, nanggung bentar lagi juga kelar. Namun, akibat tipu daya setan tahu2 waktu shalat sudah hampir habis. Orang tersebut juga terhitung melalaikan shalat meski telah melaksanakannnya.

3. Lalai Kaifiyyat

Banyak juga diantara para Mushollin (orang yang melaksanakan shalat) lalai dengan tatacara shalat. Ada yang shalatnya "mirip ayam mematuk" kata Nabi. Tergesa-gesa dan cepat-cepat. Mendahului Imam, posisi kaki saat sujud tidak sempurna, membaca fatihah sekali nafas dan lain sebagainya. Karena itu hendaklah seseorang selalu menuntut ilmu dan mempelajari tata cara shalat dengan baik dan benar.

4. Lalai Ruh

Segala sesuatu terdiri dari dua bagian. Jasmani (konkrit) dan ruhani (Abstrak). Sama dengan shalat. Disamping memiliki sisi jasmani (gerak badan kita) shalat juga memiliki dimensi ruhani (olah fikir kita).Jika Musholli sedang melaksanakan shalat, setan selalu berusaha membuyarkan fikirannya. Ustadz menggambarkan shalat seperti memasak pada tungku panci masak selalu ditopang oleh 3 batu, jika salah satu batu jatuh maka akan tumpahlah isi panci. Begitupun shalat, harus trdiri dari 3 bagian. jasamani yg bergerak, hati yang memerintah badan dan fikiran yang memikirkan makna shalat. Kebanyakan kita gagal pada bagian yang ketiga yaitu fikiran. Hal ini sering kita alami sesaat setelah takbirotul ihram. Ketika Imam membaca al-fatihah pikiran kita terbang kemana-mana. Anehnya, seringkali sesuatu yg kita lupa diluar shalat, tiba2 teringat di tengah shalat seperti kunci yang hi lang, uang yang tertinggal dan lain sebagainya. Begitulah setan selalu berusaha memberdayakan kita.

5. Lalai Hakikat

Mungkin disebabkan kita kurang faham arti bacaan shalat sehingga kadang kita kurang memperhatikan apa hakikat shalat. Allah menyebutkan bahwa hakikat shalat adalah penyembahan, dalam rangka beribadah kepada Nya. Allah berfirman :

" Sesungguhnta tiada Aku ciptakan manusia dan Jin kecuali untuk menyembah Ku".

Inilah hakikat shalat. Sehingga wajid diusahakan ketika kita membaca Allahu Akbar, hati kita benar2 menyadari bahwa Dia-lah yang Maha Besar, sedang kita kecil dan tak berdaya. Saat kita membaca Alhamdulilaahi Rabbil 'Aalamiin..hendaknya hati kita menyadari bahwa hanya milik Allah lah segala pujian dan kesempurnaan. Hal ini sangat sulit kecuali melalui latihan dan pemahaman yang baik.

6. Lalai Hikmat

Kelalaian menyadari hikmat pelaksanaan shalat mungkin karena kurangnya ilmu kita. Hikmat diperintahkannya shalat adalah sebagaimana yang disebutkan Allah :

" Sesungguhnya shalat mampu mencegar seseorang dari perbuatan keji dan mungkar ".

Itulah hikmat dari shalat yang paling besar. Selama seseorang masih menjalankan dosa, kekejian dan kemungkaran berarti dia masih melalaikan shalat.

Memang sangat sulit menjalankan shalat yang baik dan benar. Pak Ustadz juga memberikan beberapa tips agar kita khusyu' dalam shalat, diantaranya :

a. Khudlurul Qalb (menghadirkan hati)

Maksudnya adalah berusaha untuk berkonsentrasi dan menyadari bahwa dia sedang menghadap Dzat yang Maha Besar. Bahkan Sayyidina Aly K.w pun selalu menggigil badannya karena rasa takut akan menghadap Allah dalam shalat.

b. Tafahhum (memahami arti bacaan shalat).

Hal ini penting agar pikiran kita selalu focus dan memikirkan apa yang kita ucapkan.

c. Khauf dan Raja' (Takut dan Berharap)

Yakni merasa takut shalat kita tidak diterima Allah karena banyaknya kekurangan, sekaligus berharap dengan sangat Allah akan bermurah hati mengampuni kesalahan tersebut dan menerima shalat kita, dengan rahmat Nya.

Sebenrnya dan masih banyak lagi (saya lupa yang lain, maklum ngajinya "kupingan" alias hanya modal telinga dan ga mencatat Berat memang melaksanakan shalat yang benar sesuai dengan cara-cara di atas. Namun semoga Allah selalu memberi kita kekuatan dan kemauan untuk belajar dan terus belajar sehingga suatu saat kita mampu melaksanakan shalat sesuai yang dicontohkan oleh Kandjeng Nabi Muhammad Shallalaahu Alaihi Wasallam.....

Subhaanakallaahumma Wabihamdika Ashadu An Laa Ilaaha Illa

Anta Astaghfiruka Wa_atuubu Ilaih....

Rabu, 03 Juni 2009

Tragedi Prita Mulyasari.....

Dengan Ini Saya JQ Go Blog!, dengan tegas menyatakan Manifesto



"TURUT PRIHATIN ATAS
TRAGEDI PRITA MULYASARI"





















Semoga hal ini tidak terulang di masa yang akan datang............


Pekanbaru, 04 Juni 2009
Manusia yg ingin sehat senantiasa...

Sabtu, 30 Mei 2009

No More Smoke, Please.....

Assalaamualaikum wr.wb.

Sodara2..dulur2ku sekalian.............moga2 kabar hari ini selalu baik dan dalam lindungan-Nya.

Hari ini hari minggu, pas kebetulan ga ada kerjaan jadi saya seperti biasa abis subuh bersih2 dan sempet bikin tulisan corat coret buaut materi blog. Abis itu saya pergi olahraga jogging ke tempat langganan saya, jogging track di pelataran Masjid Agung An-Nur Pekanbaru. Bersama mas agus saya mulai warming up dan lari2 kecil. Sebenarnya hari ini udaranya kurang begitu bagus. Langit nampak masih kelabu karena kabut asap akibat kebakaran hutan yg tiada habisnya. Mentari pagi yg harusnya nampak cantik berdandan seolah masih malu2 untuk keluar dari sarangnya. Ya, kabut asap memang menjadi bagian sehari-hari masyarakat Riau. Kebakaran hutan baik yg disengaja untuk membuka lahan sawit baru, maupun karena kebakaran alami akibat panasnya suhu yg mencapai 35 derajat celcius, benar2 panas. Ga aneh kalau saya sempat terkena ISPA (infeksi Saluran Pernapasan Akut) dan harus istirahat beberapa hari. Saya yang biasanya mandi maksimal 2 kali sehari kini terpaksa minim 4 kali mandi. Bayangin aja, baru keluar kamar mandi mo ke mejid dah keringetan. Palagi di mejid kemaren mati lampu, maka bercucuranlah air keringatku (hehe..bukan karena tobat, tapi kepanasan...).

So, back to topik....

Baru satu putaran jogging, saya tertarik dengan sebuah acara yg digelar di tengah lapangan. Nampaknya baru saja ada senam bersama yg dilanjutkan dengan ceramah kesehatan oleh Dr. Prof..(saya lupa namanya). Beliau membahas tentang Vertigo, sebuah penyakit yg makin umum di kalangan masyarakat. Vertigo, menurut beliau terjadi akibat kakunya pembuluh darah sehingga menghambat aliran darah. Baik disebabkan oleh stress maupun lemak2 yg menyumbat pembuluh darah. Penderita Vertigo terkadang juga
takut berjalan karena keseimbangan tubuhnya terganggu, akibat cairan dalam telinga terganggu keseimbangannya. Beberapa tips untuk pendertia vertigo adalah banyak berolah raga, jangan stress dan lakukan selalu gerak kepala agar lemas dan aliran darah dalam pembuluh darah lancar.

Setelah mendengar ceramah itu, saya lanjutkan lagi
jongging yg sempat terhenti. Di akhir putaran saya tertarik melihat beberapa mahasiswa kedoteran cantik2 memasang spanduk dan meminta orang-untuk ambil bagian berupa tanda tangan dan memberi statement pada spanduk itu. Belakangan saya ketahui, itu adalah bentuk kepedulian dalam rangka memperingati HARI ANTI ROKOK SEDUNIA. Sedikit review tentang rokok akan kita bicarakan di bawah ini.

Rokok, merupakan penyebab kematian yg tinggi. Pembunuh berdarah dingin. Seorang perokok bukan saja merugikan diri sendiri, namun juga orang-orang di sekitarnya - yang diistilahkan perokok pasif. Perokok pasif menurut penelitian justru memiliki resiko lebih tinggi dari perokok yg sesungguhnya. Dalam hal hokum agama, masih terjadi simpang siur. Kemaren di Padang MUI memfatwakan rokok haram untuk wanita hamil dan anak-anak. Sebuah terobosan yg menarik meski banyak mendapat tentangan kalangan pesantren yg sebagian besar mereka malah merokok. Bahkan pesantren menjadi semacam kawah candradimuka pelatihan merokok, karena santri yg awalnya tidak merokok menjadi perokok justru saat masih berusia dini karena contoh dan pergaulan di pesantren. Kalangan pesantren menganggap rokok makruh karena tidak ada nash yg jelas mengharamkannya. Namun, dari itu semua ada satu prinsip yg bagus untuk menanggapi isu rokok ini " pertimbangkan manfaat dan bahayanya ", jika memang bahayanya lebih besar tidak ada salahnya meninggalkannya. Anda bisa baca lebih lanjut di blog teman berikut

Tidak seperti di Amerika Serikat dan negara Eropa, di Indonesia produsen rokok justru seperti berada di syurga. Di Amerika orang bukan saja malas membeli rokok karena mengerti akibatnya, tapi juga karena cukai rokok yg sangat mahal. Iklan tidak boleh ditayangakn sembarangan. Di Perancis orang akan didenda tinggi jika merokok. Spanyol pun begitu.Sementara di Indonesia cukai rokok tak semahal di luar negeri. Produsen pun mamasarkan rokok dengan berbagai cara,lewat konser musik, perlombaan dan lain sebagainya. Tidak aneh beberapa Milyuner Indonesia adalah para pengusaha rokok. Begitulah nasib bangsa ini...Bangsa Muslim terbesar yg masih belum bisa lepas dari jeratan rokok. Padahal mereka tahu keuntungan penjualan rokok
justru memperkaya milyuner non Muslim. Kasihan orang2 yg tidak merokok....Ga ikut merasakan nikmatnya tapi menerima getahnya.....

Sebagai renungan saudara,bayangkan jika anda menghabiskan 2 biji rokok sehari maka anda akan menghabiskan 15.000 sebulan. Uang sebesar itu akan jauh lebih bermanfaat untuk menyumbang fakir miskin, atau membelikan buku anak, atau sekedar menambah belanja istri...Hal yang jauh lebih bermanfaat dari sekedar membakarnya sessat........

Bagi anda yg tidak merokok, saya doakan semoga istikomah dan mendapat pahala akibat kesabaran anda menghadapi para perokok. bagi yg masih merokok, saya juga mendoakan anda semoga lekas dibuka hatinya oleh Allah agar suatu saat mampu menghentikan kebiasaan buruk tersebut dan membelanjakan harta anda untuk hal2 yg jauh lebih bermanfat...semoga....


Manusia Penderita Mengi dari Jawa

(Dedicated for My father n brothers....Hopefully, One day you'll stop smoking....)

Rencana Besar YAHUDI di Indonesia


(Dr. Wang Xian Jun, Phd - Pustaka Radja)

Mungkin kita tidak merasa bahwa Indonesia telah lama dikuasai oleh YAHUDI meski sampai saat ini kita tidak memiliki hubungan bilateral dengan Israel (negara yahudi penjajah). Padahal sebenarnya, yahudi telah telah masuk ke Indonesia sejak ratusan tahun lalu. Buku ini menyingkap tabir gelap yahudi di Indonesia. Berbagai hal diungkap seperti rahasii di balik UUD 1945 pasal 33, Kebijakan minyak, Kebijaksanaan air, Microchip, Keturunan yahudi
di Indonesia, dan lain sebagainya. Tidak yang banyak tahu bahwa para priyayi jawa telah kecanduan opium sejak ratusan tahun lalu, bagaimana Exon, Chevron dan perusahaan2 asing telah mengeruk kekayaan Indonesia
sejak ratusan tahun lalu. Kisah tentang mafia2 Barkeley utusan Soeharto, daftar2 produk Yahudi di Indoinesia dan lain2 bisa anda dapatkan di buku kecil ini. Buku ini ditulis oleh Wang Xiang Jun, seorang manusia multi skill. Lulusan teknik Industri
Atma Jaya, atlet renang DIY, S2 Manajemen Konstruksi Bangunan UK Petra dan lulusan MBA
di Taiwan. Karena sering ditipu orang, ia pun mengambil master Hukum
di Putra Bangsa Surabaya. Juga lulusan PhD dan Sc.D Manajemen Teknologi.
Buku ini merupakan rangkaian sekuel dari buku : Aku adalah Dajjal anti kris dan
Konspirasi rahasia TRIAD China)...

Inspiring Stories

(Ahmadun Yosi Herfanda, Ifwan Kelana - Tiga Serangkai)

Terkadang kita menganggap kesuksesan seseorang diraih dengan mudah dan cepat sebagaimana yang sering ditayangkan dalam sinetron2 picisan saat ini. Namun, coba perhatikan potongan kisah2 berikut :

Pria bernama Asli Ainur Rofiq Lilfirdaus itu butuh perjuangan panjang untuk bisa muncul ke permukaan. "Saya telah menciptakan lebih dari 1000 judul lagu, membuat lima album yang gagal dan menghabiskan waktu lebih dari 10 tahun dari 1993- 2003, barulah lagu-lagu saya bisa diterima oleh masyarakat", ujar pria kelahiran Jember , 18 Maret 1974 itu. Kini, ia terkenal dengan Opick, seorang penyanyi Islami dengan syair2 yg menyejukkan hati...

Di Usia remaja, Yusuf mansyur sudah menjadi seorang pebisnis. "saat usia 18 tahun
saya sudah naik mobil mewah dan mempunyai pendapatan puluhan juta rupiah sebulan.
Pokoknya mentereng dibanding remaja lainnya yang masih mengandalkan minta uang pada
kedua orangtuanya".... Namun, rupanya tak selamanya bisnis itu berlangsung mulus.
Usahanya mengalami masalah Ia terlibat utang 1,4 Milyar dan dua kali masuk penjara
(di tahun 1998 dan 1999 karena masalah perdata dan pidana). Ketika di penjara
itualah ia akhirnya bisa menghafalkan Al-quran. Keluarga besarnya pun malu dan tak
mau mengakuinya lagi sebagai anak. Resep jitunya menghadapi berbagai masalah adalah
dengan bersedekah, sebuah ajaran yg telah ribuan tahun diajarkan Nabi Muhammad. Kini
ia terkenal dengan da'i Sedekah dengan jama'ah di seluruh indonesia....

Kalau anda penggemar tulisan2 Islam pop mungkin sudah tidak asing dengan nama Asma
Nadia dan Helvy Tiana Rosa. Buku2nya bertebaran di toko2 buku dan seminar2nya ramai
didatangi orang. namun tahukah anda bagaimana perjuangan hidupnya hingga sesukses
sekarang. Sukses dengan ribuan penggemar yang terkumpul dalam Forum Lingkar Pena (FLP),
keduanya tidak pernah melupakan masa2 pahit yang ikut menginspirasi perjalan hidupnya.
Tinggal di gubug liar tepi rel kereta api dan mengontrak sebuah gubug kecil berdinding
tripleks. Ia bergaul dengan pemulung, pengamen dan anak2 dari kawasan kumuh lainnya..

Masih ada puluhan kisah penuh hikmah dan inspirasi dari orang2 sukses bisa anda temukan
di buku ini. Sebagian besar adalah proses pertobatan dan perubahan dari keterpurukan ke
arah yang lebih baik, ketelatenan, istoqomah dan lain2. Buku sederhana ini bisa menjadi
perbandingan ataupun motivator bahwa sukses tidak pernah diraih dengan mudah. Buku ini
juga bisa menjadi alternatif pilihan buku2 motivasi yg banyak ditulis oleh orang2 barat
sekuler seperti J. Scrwath (bener ga nulisnya, hehehe) atau 10 Habits karangan Stephen R Covey dan lain2.

Selamat membaca.....

Sabtu, 23 Mei 2009

Painan Road Trip 2009

Assalaamualaikum....kembali lagi kita bertemu saudara. Beberapa hari ini saya ingin jalan2 sekedar melepas penat setelah sekian bulan bekerja di bawah tekanan seperti biasa. Nah, kebetulan pak driper yang asli Padang pengen pulang maka saya memutuskan untuk ikut ke sana. Sudah beberapa kali dia promosi ke saya tentang keindahan desa dan pantainya yang masih bisa dikatakan 'perawan' dan belum begitu banyak tersentuh tangan pembangunan. Tidak seperti biasanya perjalan kali ini hanya diikuti tiga orang, saya, Pak Agus dan Pak Driper. Perjalan kami mulai dari pekanbaru pas pukul 3, tepat setelah selesai kerja. Kami melewati jalur biasanya yakni dari Pekanbaru - Bangkinang - Koto Panjang....Payakumbuh Bukit tinggi teruss sampai ke padang baru ke Painan. Karena kami berangkat sore hari, maka diperkirakan akan sampai di Painan sekitar pukul dua belas malam. Namun perkiraan kami sedikit meleset karena ada perbaikan jalan di daerah danau panjang sebelum masuk SUMBAR (saya lupa namanya...). Perjalanan juga sempat terhenti beberapa saat untuk Sholat dan sekedar melepas lelah. Sholat kali ini kami lakukan di Masjid islamic Center BangkinangKarena karena pas ke padang dulu saya belum sempat mampir, sekalian praktek sholat jama' yang dah ampir lupa niatnya hehehe. Masjid ini bener2 bagus arsitekturnya yg khas kota penghasil sawit. Karena itu ukiran2 di pintu dan jendela berbentuk pohon2 sawit yang bagus.

Setelah itu perjalanan kami lanjutkan dan tentu saja kami harus makan malam . Makan malam kali ini kami lakukan di Payakumbuh, sebuah kota tua kecil yang berada sebelum Bukittingi . Suasana di kota ini sangat menyenangkan dan udaranya sedikit dingin karena berada di daerah dataran tinggi jadi udara di sini lumayan adem....Mungkin ini yang membuat gadis2 payakumbumbuh putih2 dan cantik2 (hehehe..Kak Lon, no need to conceited...!!!). Setelah puas perjalanan pun kami lanjutkan hingga kemudian sampailah kami di Painan Tepat pukul dua dinihari..tanpa ba bi bu kami langsung istirahat karena esok hari masih ada banyak petualangan.

Saking capeknya setelah menempuh perjalan sekitar 11 jam, hampir saja sholat subuh terlewat. Meski udah siangan dikit, kami pergi ke Masjid Islamic Center Painan dengan muka kucel dan ga karua2an, tanpa cuci muka. Abis sholat shubuh kami langsung bisa merasakan udara segar kota kecil Painan yg berada di Ujung wilayah Sumbar. Kota kecil yang dikelilingi hutan perbukitan dan pantai2 yg indah - mengingatkan saya pas lagi di Papwa dulu. Setelah sarapan roti di rumah pak Driper, petualangan kami pun berlanjut, dan - tentu saja - masih korep dan kucel seperti sebelumnya. Karena kali ini kami berencana mandi di pantai dan Sungai. Tujuan pertama kami adalah Pantai Carocok yg berada sekitar 4 km dari rumah. Subhaanallah, pantai carocok memang sangat indah. Pantainya landai dan airnya sangat jernih. Ikan2 nampak dengan jelas di dalam air. Kami tak sabar untuk segera berenang dan berpoto-poto ria sekedar melepas napsu narsis. Pantai ini benar2 masih asli dan belum tersentuh pembangunan, kecuali hanya beberapa bagian yg diberi akses jalan dan jembatan ke tengah laut. Karena saat itu ada beberapa siswa sedang latihan karate, maka kami mencari sebuah tempat yg masih sepi dan jauh dari penglihatan untuk berenang (hehe, malu soalnya panuan dan sedikit gudiken....). Setelah explore beberapa saat, kami dapat daerah yg lumayan sepi dan bagus untuk berenang. Mas Agus langsung aja copot baju dan sesaat kemudian byar byur ga jelas kemana. Bagi yang suka Diving, maka pantai ini bisa dijadikan salah satu tujuan wisata. Setelah puas berenang, perjalan kami lanjutkan ke sebuah bukit di atas pantai. Masyarakat menyebutnya sebagai bukit LANGKISAU. Bukit ini terkenal karena disamping nampak pemandangan yg indah, juga sangat ideal untuk latihan Parayalang. Beberapa atlit tampak sedang berlatih di sini. Dari atas nampak pantai dan juga kota dan kantor2 Kabupaten Painan. Tidak lupa kami abadikan keindahan pantai tersebut.

Berikutnya perjalan kami lanjutkan ke Jembatan akar, sekitar 5 km dari rumah. Setelah 1 jam perjalan sampailah kami di tempat tersebut. Kami takjub menyaksikan bagaimana dua buah akar2 pohon beringin bisa menyatu dan membentuk sebuah jembatan akar. Konon melalui jembatan tersebut, dahulu kala para petani membawa bahan2 panenan dan menjadi jembatan utama yg menghubungkan sawah dan desa setempat. Sungai yang ada di bawahnya pun tidak kalah menarik untuk diexplore. Karena masih lengket kena air asin laut, kami pun mandi di sungai yg deras tersebut. Sungai ini sangat cocok untuk yang menyukai olah raga arung jeram karena lumayan deras dan memiliki batu2 besar. Saya teringat dulu di desa mandi dan menggosok tubuh dengan batu2 kali. Kali ini, benar2 saya merasakan 'back to nature'..mandi di sungai dengan sabun batu hahaha...tidak lupa kami sempatkan belanja buah semangka yg hasil panen petani setempat....wonderful..Alhamdu qjj

Sore hari kami pun kembali ke Pekanbaru. Namun tidak lupa, sepanjang perjalan masih banyak objek wisata yang menarik untuk sekedar singgah. Ada Air terjun Lembah Anai...Bukit2 batu Lembah Haru...Ngarai sihabouk dan lain sebagainya. Sebelum sampai bukit tinggi kita bisa mampir di Minang Fantasi dan Kampung Minang. Berikutnya Makan malam kali ini kami lakukan di Bukittinggi, sebuah kota kecil tempat Bung Hatta sang wakil presiden pertama lahir. Kota yg berada di atas bukit ini berhawa dingin, menambah romantisme masa lalu...(alah, kok jd pwitis...). Disini nampak turis berkeliling menikmati keindahan Bukittinggi...Kalau mampir ke kota ini jangan lupa mampir ke Goa Djepang dan tentu saja ' Jam Gadang' atau jam besar dari belanda yg tepat berada di tengah kota.

Perjalanan pun dilanjutkan hingga kemuadian kami kecapekan dan tidur sejenak di tengah hutan di sebelah monumen Ekuator yg menandakan saat itu kami berada teapt di garis khatulistiwa. Setelah sholat subuh perjalanan kami lanjutkan dan Tidak terasa jam 9 pagi kami pun sampai di Pekanbaru, Kota panas penuh kesibukan dan kembali besok kami harus nguli seperti biasa...what a wonderful journey...

Thanks to Bang hend...makasih tumpangannya, tebu dan oleh2ya....

Jumat, 24 April 2009

Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah...


Salamualaikum Wr.Wb..

Kemaren nih ceritanya hari kartini pas tanggal 21 april, hanya ada di Indonesia. Mengapa harus kartini sebagai pahlawan wanita Indonesia, padahal ada jauh lebih banyak wanita lain yg lebih hebat, apa hubungannya dengan Belanda, mengapa Orde Baru begitu mengkulutskannya...? Tulisan yg saya copy berikut dari website www.hidayatullah.com mungkin bisa membantu mengurai sejarah yg sebenarnya tentang mistos Kartini tanpa mengurangi rasa hormat kepada beliau....Selamat menikmati


Mengapa setiap 21 April kita memperingati Hari Kartini? Apakah tidak ada wanita Indonesia lain yang lebih layak ditokohkan? Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-269

Oleh: Adian Husaini

Ada yang menarik pada Jurnal Islamia (INSISTS-Republika) edisi 9 April 2009 lalu. Dari empat halaman jurnal berbentuk koran yang membahas tema utama tentang Kesetaraan Gender, ada tulisan sejarawan Persis Tiar Anwar Bahtiar tentang Kartini. Judulnya: “Mengapa Harus Kartini?”

Sejarawan yang menamatkan magister bidang sejarah di Universitas Indonesia ini mempertanyakan: Mengapa Harus Kartini? Mengapa setiap 21 April bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini? Apakah tidak ada wanita Indonesia lain yang lebih layak ditokohkan dan diteladani dibandingkan Kartini?

Menyongsong tanggal 21 April 2009 kali ini, sangatlah relevan untuk membaca dan merenungkan artikel yang ditulis oleh Tiar Anwar Bahtiar tersebut. Tentu saja, pertanyaan bernada gugatan seperti itu bukan pertama kali dilontarkan sejarawan. Pada tahun 1970-an, di saat kuat-kuatnya pemerintahan Orde Baru, guru besar Universitas Indonesia, Prof. Dr. Harsja W. Bachtiar pernah menggugat masalah ini. Ia mengkritik 'pengkultusan' R.A. Kartini sebagai pahlawan nasional Indonesia.

Dalam buku Satu Abad Kartini (1879-1979), (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1990, cetakan ke-4), Harsja W. Bahtiar menulis sebuah artikel berjudul “Kartini dan Peranan Wanita dalam Masyarakat Kita”. Tulisan ini bernada gugatan terhadap penokohan Kartini. “Kita mengambil alih Kartini sebagai lambang emansipasi wanita di Indonesia dari orang-orang Belanda. Kita tidak mencipta sendiri lambang budaya ini, meskipun kemudian kitalah yang mengembangkannya lebih lanjut,” tulis Harsja W. Bachtiar, yang menamatkan doktor sosiologinya di Harvard University.

Harsja juga menggugat dengan halus, mengapa harus Kartini yang dijadikan sebagai simbol kemajuan wanita Indonesia. Ia menunjuk dua sosok wanita yang hebat dalam sejarah Indonesia. Pertama, Sultanah Seri Ratu Tajul Alam Safiatuddin Johan Berdaulat dari Aceh dan kedua, Siti Aisyah We Tenriolle dari Sulawesi Selatan. Anehnya, tulis Harsja, dua wanita itu tidak masuk dalam buku Sejarah Setengah Abad Pergerakan Wanita Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 1978), terbitan resmi Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Tentu saja Kartini masuk dalam buku tersebut.

Padahal, papar Harsja, kehebatan dua wanita itu sangat luar biasa. Sultanah Safiatudin dikenal sebagai sosok yang sangat pintar dan aktif mengembangkan ilmu pengatetahuan. Selain bahasa Aceh dan Melayu, dia menguasai bahasa Arab, Persia, Spanyol dan Urdu. Di masa pemerintahannya, ilmu dan kesusastraan berkembang pesat. Ketika itulah lahir karya-karya besar dari Nuruddin ar-Raniry, Hamzah Fansuri, dan Abdur Rauf. Ia juga berhasil menampik usaha-usaha Belanda untuk menempatkan diri di daerah Aceh. VOC pun tidak berhasil memperoleh monopoli atas perdagangan timah dan komoditi lainnya. Sultanah memerintah Aceh cukup lama, yaitu 1644-1675. Ia dikenal sangat memajukan pendidikan, baik untuk pria maupun untuk wanita.

Tokoh wanita kedua yang disebut Harsja Bachriar adalah Siti Aisyah We Tenriolle. Wanita ini bukan hanya dikenal ahli dalam pemerintahan, tetapi juga mahir dalam kesusastraan. B.F. Matthes, orang Belanda yang ahli sejarah Sulawesi Selatan, mengaku mendapat manfaat besar dari sebuah epos La-Galigo, yang mencakup lebih dari 7.000 halaman folio. Ikhtisar epos besar itu dibuat sendiri oleh We Tenriolle. Pada tahun 1908, wanita ini mendirikan sekolah pertama di Tanette, tempat pendidikan modern pertama yang dibuka baik untuk anak-anak pria maupun untuk wanita.

Penelusuran Prof. Harsja W. Bachtiar terhadap penokohan Kartini akhirnya menemukan kenyataan, bahwa Kartini memang dipilih oleh orang Belanda untuk ditampilkan ke depan sebagai pendekar kemajuan wanita pribumi di Indonesia. Mula-mula Kartini bergaul dengan Asisten-Residen Ovink suami istri. Adalah Cristiaan Snouck Hurgronje, penasehat pemerintah Hindia Belanda, yang mendorong J.H. Abendanon, Direktur Departemen Pendidikan, Agama dan Kerajinan, agar memberikan perhatian pada Kartini tiga bersaudara.

Harsja menulis tentang kisah ini: “Abendanon mengunjungi mereka dan kemudian menjadi semacam sponsor bagi Kartini. Kartini berkenalan dengan Hilda de Booy-Boissevain, istri ajudan Gubernur Jendral, pada suatu resepsi di Istana Bogor, suatu pertemuan yang sangat mengesankan kedua belah pihak.”

Ringkasnya, Kartini kemudian berkenalan dengan Estella Zeehandelaar, seorang wanita aktivis gerakan Sociaal Democratische Arbeiderspartij (SDAP). Wanita Belanda ini kemudian mengenalkan Kartini pada berbagai ide modern, terutama mengenai perjuangan wanita dan sosialisme. Tokoh sosialisme H.H. van Kol dan penganjur “Haluan Etika” C.Th. van Deventer adalah orang-orang yang menampilkan Kartini sebagai pendekar wanita Indonesia.

Lebih dari enam tahun setelah Kartini wafat pada umur 25 tahun, pada tahun 1911, Abendanon menerbitkan kumpulan surat-surat Kartini dengan judul Door Duisternis tot Lich. Kemudian terbit juga edisi bahasa Inggrisnya dengan judul Letters of a Javaness Princess. Beberapa tahun kemudian, terbit terjemahan dalam bahasa Indonesia dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang: Boeah Pikiran (1922).

Dua tahun setelah penerbitan buku Kartini, Hilda de Booy-Boissevain mengadakan prakarsa pengumpulan dana yang memungkinkan pembiayaan sejumlah sekolah di Jawa Tengah. Tanggal 27 Juni 1913, didirikan Komite Kartini Fonds, yang diketuai C.Th. van Deventer. Usaha pengumpulan dana ini lebih memperkenalkan nama Kartini, serta ide-idenya pada orang-orang di Belanda. Harsja Bachtriar kemudian mencatat: “Orang-orang Indonesia di luar lingkungan terbatas Kartini sendiri, dalam masa kehidupan Kartini hampir tidak mengenal Kartini dan mungkin tidak akan mengenal Kartini bilamana orang-orang Belanda ini tidak menampilkan Kartini ke depan dalam tulisan-tulisan, percakapan-percakapan maupun tindakan-tindakan mereka.”

Karena itulah, simpul guru besar UI tersebut: “Kita mengambil alih Kartini sebagai lambang emansipasi wanita di Indonesia dari orang-orang Belanda. Kita tidak mencipta sendiri lambang budaya ini, meskipun kemudian kitalah yang mengembangkannya lebih lanjut.”

Harsja mengimbau agar informasi tentang wanita-wanita Indonesia yang hebat-hebat dibuka seluas-luasnya, sehingga menjadi pengetahuan suri tauladan banyak orang. Ia secara halus berusaha meruntuhkan mitos Kartini: “Dan, bilamana ternyata bahwa dalam berbagai hal wanita-wanita ini lebih mulia, lebih berjasa daripada R.A. Kartini, kita harus berbangga bahwa wanita-wanita kita lebih hebat daripada dikira sebelumnya, tanpa memperkecil penghargaan kita pada RA Kartini.”

Dalam artikelnya di Jurnal Islamia (INSISTS-Republika, 9/4/2009), Tiar Anwar Bahtiar juga menyebut sejumlah sosok wanita yang sangat layak dimunculkan, seperti Dewi Sartika di Bandung dan Rohana Kudus di Padang (kemudian pindah ke Medan). Dua wanita ini pikiran-pikirannya memang tidak sengaja dipublikasikan. Tapi yang mereka lakukan lebih dari yang dilakukan Kartini. Berikut ini paparan tentang dua sosok wanita itu, sebagaimana dikutip dari artikel Tiar Bahtiar.

Dewi Sartika (1884-1947) bukan hanya berwacana tentang pendidikan kaum wanita. Ia bahkan berhasil mendirikan sekolah yang belakangan dinamakan Sakola Kautamaan Istri (1910) yang berdiri di berbagai tempat di Bandung dan luar Bandung. Rohana Kudus (1884-1972) melakukan hal yang sama di kampung halamannya. Selain mendirikan Sekolah Kerajinan Amal Setia (1911) dan Rohana School (1916), Rohana Kudus bahkan menjadi jurnalis sejak di Koto Gadang sampai saat ia mengungsi ke Medan. Ia tercatat sebagai jurnalis wanita pertama di negeri ini.

Kalau Kartini hanya menyampaikan ide-idenya dalam surat, mereka sudah lebih jauh melangkah: mewujudkan ide-ide dalam tindakan nyata. Jika Kartini dikenalkan oleh Abendanon yang berinisiatif menerbitkan surat-suratnya, Rohana menyebarkan idenya secara langsung melalui koran-koran yang ia terbitkan sendiri sejak dari Sunting Melayu (Koto Gadang, 1912), Wanita Bergerak (Padang), Radio (padang), hingga Cahaya Sumatera (Medan).

Bahkan kalau melirik kisah-kisah Cut Nyak Dien, Tengku Fakinah, Cut Mutia, Pecut Baren, Pocut Meurah Intan, dan Cutpo Fatimah dari Aceh, klaim-klaim keterbelakangan kaum wanita di negeri pada masa Kartini hidup ini harus segera digugurkan. Mereka adalah wanita-wanita hebat yang turut berjuang mempertahankan kemerdekaan Aceh dari serangan Belanda. Tengku Fakinah, selain ikut berperang juga adalah seorang ulama-wanita. Di Aceh, kisah wanita ikut berperang atau menjadi pemimpin pasukan perang bukan sesuatu yang aneh. Bahkan jauh-jauh hari sebelum era Cut Nyak Dien dan sebelum Belanda datang ke Indonesia, Kerajaan Aceh sudah memiliki Panglima Angkatan Laut wanita pertama, yakni Malahayati.

Jadi, ada baiknya bangsa Indonesia bisa berpikir lebih jernih: Mengapa Kartini? Mengapa bukan Rohana Kudus? Mengapa bukan Cut Nyak Dien? Mengapa Abendanon memilih Kartini? Dan mengapa kemudian bangsa Indonesia juga mengikuti kebijakan itu? Cut Nyak Dien tidak pernah mau tunduk kepada Belanda. Ia tidak pernah menyerah dan berhenti menentang penjajahan Belanda atas negeri ini.

Meskipun aktif berkiprah di tengah masyarakat, Rohana Kudus juga memiliki visi keislaman yang tegas. “Perputaran zaman tidak akan pernah membuat wanita menyamai laki-laki. Wanita tetaplah wanita dengan segala kemampuan dan kewajibannya. Yang harus berubah adalah wanita harus mendapat pendidikan dan perlakukan yang lebih baik. Wanita harus sehat jasmani dan rohani, berakhlak dan berbudi pekerti luhur, taat beribadah yang kesemuanya hanya akan terpenuhi dengan mempunyai ilmu pengetahuan,” begitu kata Rohana Kudus.

Seperti diungkapkan oleh Prof. Harsja W. Bachtiar dan Tiar Anwar Bahtiar, penokohan Kartini tidak terlepas dari peran Belanda. Harsja W. Bachtiar bahkan menyinggung nama Snouck Hurgronje dalam rangkaian penokohan Kartini oleh Abendanon. Padahal, Snouck adalah seorang orientalis Belanda yang memiliki kebijakan sistematis untuk meminggirkan Islam dari bumi Nusantara. Pakar sejarah Melayu, Prof. Naquib al-Attas sudah lama mengingatkan adanya upaya yang sistematis dari orientalis Belanda untuk memperkecil peran Islam dalam sejarah Kepulauan Nusantara.

Dalam bukunya, Islam dalam Sejarah dan Kebudayaan Melayu ((Bandung: Mizan, 1990, cet. Ke-4), Prof. Naquib al-Attas menulis tentang masalah ini:

“Kecenderungan ke arah memperkecil peranan Islam dalam sejarah Kepulauan ini, sudah nyata pula, misalnya dalam tulisan-tulisan Snouck Hurgronje pada akhir abad yang lalu. Kemudian hampir semua sarjana-sarjana yang menulis selepas Hurgronje telah terpengaruh kesan pemikirannya yang meluas dan mendalam di kalangan mereka, sehingga tidak mengherankan sekiranya pengaruh itu masih berlaku sampai dewasa ini.”

Apa hubungan Kartini dengan Snouck Hurgronje? Dalam sejumlah suratnya kepada Ny. Abendanon, Kartini memang beberapa kali menyebut nama Snouck. Tampaknya, Kartini memandang orientalis-kolonialis Balanda itu sebagai orang hebat yang sangat pakar dalam soal Islam. Dalam suratnya kepada Ny. Abendanon tertanggal 18 Februari 1902, Kartini menulis:

”Salam, Bidadariku yang manis dan baik!... Masih ada lagi suatu permintaan penting yang hendak saya ajukan kepada Nyonya. Apabila Nyonya bertemu dengan teman Nyonya Dr. Snouck Hurgronje, sudikah Nyonya bertanya kepada beliau tentang hal berikut: ”Apakah dalam agama Islam juga ada hukum akil balig seperti yang terdapat dalam undang-undang bangsa Barat?” Ataukah sebaiknya saya memberanikan diri langsung bertanya kepada beliau? Saya ingin sekali mengetahui sesuatu tentang hak dan kewajiban perempuan Islam serta anak perempuannya.” (Lihat, buku Kartini: Surat-surat kepada Ny. R.M. Abendanon-Mandri dan Suaminya, (penerjemah: Sulastin Sutrisno), (Jakarta: Penerbit Djambatan, 2000), hal. 234-235).

Melalui bukunya, Snouck Hurgronje en Islam (Diindonesiakan oleh Girimukti Pusaka, dengan judul Snouck Hurgronje dan Islam, tahun 1989), P.SJ. Van Koningsveld memaparkan sosok dan kiprah Snouck Hurgronje dalam upaya membantu penjajah Belanda untuk ’menaklukkan Islam’. Mengikuti jejak orientalis Yahudi, Ignaz Goldziher, yang menjadi murid para Syaikh al-Azhar Kairo, Snouck sampai merasa perlu untuk menyatakan diri sebagai seorang muslim (1885) dan mengganti nama menjadi Abdul Ghaffar. Dengan itu dia bisa diterima menjadi murid para ulama Mekkah. Posisi dan pengalaman ini nantinya memudahkan langkah Snouck dalam menembus daerah-daerah Muslim di berbagai wilayah di Indonesia.

Menurut Van Koningsveld, pemerintah kolonial mengerti benar sepak terjang Snouck dalam ’penyamarannya’ sebagai Muslim. Snouck dianggap oleh banyak kaum Muslim di Nusantara ini sebagai ’ulama’. Bahkan ada yang menyebutnya sebagai ”Mufti Hindia Belanda’. Juga ada yang memanggilnya ”Syaikhul Islam Jawa”. Padahal, Snouck sendiri menulis tentang Islam: ”Sesungguhnya agama ini meskipun cocok untuk membiasakan ketertiban kepada orang-orang biadab, tetapi tidak dapat berdamai dengan peradaban modern, kecuali dengan suatu perubahan radikal, namun tidak sesuatu pun memberi kita hak untuk mengharapkannya.” (hal. 116).

Snouck Hurgronje (lahir: 1857) adalah adviseur pada Kantoor voor Inlandsche zaken pada periode 1899-1906. Kantor inilah yang bertugas memberikan nasehat kepada pemerintah kolonial dalam masalah pribumi. Dalam bukunya, Politik Islam Hindia Belanda, (Jakarta: LP3ES, 1985), Dr. Aqib Suminto mengupas panjang lebar pemikiran dan nasehat-nasehat Snouck Hurgronje kepada pemerintah kolonial Belanda. Salah satu strateginya, adalah melakukan ‘pembaratan’ kaum elite pribumi melalui dunia pendidikan, sehingga mereka jauh dari Islam. Menurut Snouck, lapisan pribumi yang berkebudayaan lebih tinggi relatif jauh dari pengaruh Islam. Sedangkan pengaruh Barat yang mereka miliki akan mempermudah mempertemukannya dengan pemerintahan Eropa. Snouck optimis, rakyat banyak akan mengikuti jejak pemimpin tradisional mereka. Menurutnya, Islam Indonesia akan mengalami kekalahan akhir melalui asosiasi pemeluk agama ini ke dalam kebudayaan Belanda. Dalam perlombaan bersaing melawan Islam bisa dipastikan bahwa asosiasi kebudayaan yang ditopang oleh pendidikan Barat akan keluar sebagai pemenangnya. Apalagi, jika didukung oleh kristenisasi dan pemanfaatan adat. (hal. 43).

Aqib Suminto mengupas beberapa strategi Snouck Hurgronje dalam menaklukkan Islam di Indonesia: “Terhadap daerah yang Islamnya kuat semacam Aceh misalnya, Snouck Hurgronje tidak merestui dilancarkan kristenisasi. Untuk menghadapi Islam ia cenderung memilih jalan halus, yaitu dengan menyalurkan semangat mereka kearah yang menjauhi agamanya (Islam) melalui asosiasi kebudayaan.” (hal. 24).

Itulah strategi dan taktik penjajah untuk menaklukkan Islam. Kita melihat, strategi dan taktik itu pula yang sekarang masih banyak digunakan untuk ‘menaklukkan’ Islam. Bahkan, jika kita cermati, strategi itu kini semakin canggih dilakukan. Kader-kader Snouck dari kalangan ‘pribumi Muslim’ sudah berjubel. Biasanya, berawal dari perasaan ‘minder’ sebagai Muslim dan silau dengan peradaban Barat, banyak ‘anak didik Snouck’ – langsung atau pun tidak – yang sibuk menyeret Islam ke bawah orbit peradaban Barat. Tentu, sangat ironis, jika ada yang tidak sadar, bahwa yang mereka lakukan adalah merusak Islam, dan pada saat yang sama tetap merasa telah berbuat kebaikan. [Depok, 20 April 2009/www.hidayatullah.com]

Catatan Akhir Pekan [CAP] adalah hasil kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan www.hidayatullah.com

Jumat, 17 April 2009

Journey to Dumai, An Oil City


Alhamdu qjj hari ini saya libur kerja, lumayan buat istirahat setelah kemaren sempet ada kerjaan di luar kota tepatnya di kota Dumai – kira2 5 jam dari kota Pekanbaru. Kami berangkat jam 11 dan tiba sekitar jam 4 sore. Sengaja saya hanya membawa selembar sarung untuk sholat di jalan nanti karena saya pikir hanya kerja sebentar terus langsung balik lagi. Pak driper bahkan hanya membawa baju yg menempel di badan. Sepanjang perjalan kami melewati kebun sawit dan ladang2 minyak berselang seling milik PT Chevron, perusahaan Explorasi Minyak dunia yg telah menyedot kekayaan Indonesia sejak 30 tahun lalu, atau bahkan lebih. Saya merasa trenyuh menyaksikan kenyataan yang ada, bagaimana mungkin negri yg kaya raya ini bisa dikuasai oleh segelintir orang saja. Jalan2 di sana sini rusak berat akibat tergerus mobil2 besar pengangkut kayu loggging dan truk2 minyak serta sawit. Rumah2 penduduk pun hanya berupa bangunan biasa. Sangat 'njomplang' jika kita sempat masuk ke kompleks karyawan PT Chevron. Jalan, bangunan dan segala fasilitasnya dah mirip2 di Amrik sono....semua bagus dan bersih......Kami melewati beberapa kota seperti Minas, Duri, Pinggir dll...Kata orang duri adalah kecamatan paling kaya se Indonesia karena terdapat PT Chevron di dalamnya.

Tiba di Dumai saya langsung kerja collecting data dan cek signal, karena esoknya akan dilaksanakan launching produk. Tapi ga tau kenapa, tiba2 signal hilang dari pandangan (wkwkwk, mang keliatan..???) dan tes pun gagal total. Saya kemudian pergi ke kota dan iseng2 coba melakukan tes, ternyata berhasil. Kemudian saya jalan terus hingga ke site yg bermasalah tadi dan masih bisa melakukan panggilan. Belakangan saya baru tahu ada masalah di Site tersebut, dimana handset saya tidak bisa mendapatkan layanan. Saat sedang asyik test, adzan magrib pun tiba. Sejenak saya dan pak driper sholat sekalian melepas penat. Beberapa saat kemudian kami lanjutkan pekerjaan. Anehnya, justru setelah sholat magrib, jaringan kembali hancur....gagal total....ah, ada2 aja. Akhirnya kami putuskan mencari hotel dulu karena malam nanti kami masih harus melakukan tes di site lain. Setelah keliling2 kami dapat hotel seharga 80 ribu semalam dengan 2 bed dan telepisi kelir di dalamnya. Tes kedua malam hari itu juga gagal, karena site masih bermasalah. Kami pun balik ke hotel dan istirahat. Kasihan pak Driper, dia ga bawa ganti dan tidur dengan ote2 kata orang jawa.

Pagi2 kami siap melanjutkan pekerjaan lagi. Namun sebelumnya kami smepatkan jalan2 mencari sarapan sambil menikmati keadaan kota Dumai. Kota ini panasnya bukan main, karena bukan hanya dikelilingi ladang2 minyak dan sawit namun juga tepat terletak di tepi laut. Terdapat pelabuhan yg menghubungkan Dumai dengan Batam, Tanjung Pinang dan bahkan Malasyia serta Singapura. Setelah sarapan perjalanan kami lanjuutkan ke site yg berikutnya. Meski sudah beberapa jam kami lakukan tes, masih saja gagal. Akhirnya kami putuskan untuk kembali ke pekanbaru. Namun, Pak boss bilang nanti di perjalanan arah pulang akan ada test 1 site. Ternyata site BALAM KM31 tersebut bukan berada di arah pulang namun arah ke kota medan, 2 jam lagi dari dumai. Kami harus memutar balik dan menuju ke kota tersebut. Sepanjang perjalanan kami jumpai rumah2 suku2 asli melayu yg hidup di hutan2 sawit....jauh dari peradaban. Di perjalanan saya sempatkan makan di warung tradisional, menu hari itu istimewa.....penyetan lele asli rawa2 pedalaman......mak nyoss....dagingnya kenyal dan kaya serat... 1 jam kemudian setelah pekerjaan selesai, kami langsung pulang ke Pekanbaru meski saya ingin istirahat dulu dan besoknya baru balik....Ternyata Pak Driper ngebet pulang karena kangen berat ma istrinya yg lagi hamil muda.....ah, dasar pengantin muda....I just can't imagine what about me if I got someone there....wkwkwk...ngayal2....adus2 kono sik...... Sebelum pulang, kami mampir untuk belanja oleh2 berupa nanas dan sekedar poto2 narsis untuk upload di blog ini.....

Dumai, 180409