Jumat, 17 April 2009

Journey to Dumai, An Oil City


Alhamdu qjj hari ini saya libur kerja, lumayan buat istirahat setelah kemaren sempet ada kerjaan di luar kota tepatnya di kota Dumai – kira2 5 jam dari kota Pekanbaru. Kami berangkat jam 11 dan tiba sekitar jam 4 sore. Sengaja saya hanya membawa selembar sarung untuk sholat di jalan nanti karena saya pikir hanya kerja sebentar terus langsung balik lagi. Pak driper bahkan hanya membawa baju yg menempel di badan. Sepanjang perjalan kami melewati kebun sawit dan ladang2 minyak berselang seling milik PT Chevron, perusahaan Explorasi Minyak dunia yg telah menyedot kekayaan Indonesia sejak 30 tahun lalu, atau bahkan lebih. Saya merasa trenyuh menyaksikan kenyataan yang ada, bagaimana mungkin negri yg kaya raya ini bisa dikuasai oleh segelintir orang saja. Jalan2 di sana sini rusak berat akibat tergerus mobil2 besar pengangkut kayu loggging dan truk2 minyak serta sawit. Rumah2 penduduk pun hanya berupa bangunan biasa. Sangat 'njomplang' jika kita sempat masuk ke kompleks karyawan PT Chevron. Jalan, bangunan dan segala fasilitasnya dah mirip2 di Amrik sono....semua bagus dan bersih......Kami melewati beberapa kota seperti Minas, Duri, Pinggir dll...Kata orang duri adalah kecamatan paling kaya se Indonesia karena terdapat PT Chevron di dalamnya.

Tiba di Dumai saya langsung kerja collecting data dan cek signal, karena esoknya akan dilaksanakan launching produk. Tapi ga tau kenapa, tiba2 signal hilang dari pandangan (wkwkwk, mang keliatan..???) dan tes pun gagal total. Saya kemudian pergi ke kota dan iseng2 coba melakukan tes, ternyata berhasil. Kemudian saya jalan terus hingga ke site yg bermasalah tadi dan masih bisa melakukan panggilan. Belakangan saya baru tahu ada masalah di Site tersebut, dimana handset saya tidak bisa mendapatkan layanan. Saat sedang asyik test, adzan magrib pun tiba. Sejenak saya dan pak driper sholat sekalian melepas penat. Beberapa saat kemudian kami lanjutkan pekerjaan. Anehnya, justru setelah sholat magrib, jaringan kembali hancur....gagal total....ah, ada2 aja. Akhirnya kami putuskan mencari hotel dulu karena malam nanti kami masih harus melakukan tes di site lain. Setelah keliling2 kami dapat hotel seharga 80 ribu semalam dengan 2 bed dan telepisi kelir di dalamnya. Tes kedua malam hari itu juga gagal, karena site masih bermasalah. Kami pun balik ke hotel dan istirahat. Kasihan pak Driper, dia ga bawa ganti dan tidur dengan ote2 kata orang jawa.

Pagi2 kami siap melanjutkan pekerjaan lagi. Namun sebelumnya kami smepatkan jalan2 mencari sarapan sambil menikmati keadaan kota Dumai. Kota ini panasnya bukan main, karena bukan hanya dikelilingi ladang2 minyak dan sawit namun juga tepat terletak di tepi laut. Terdapat pelabuhan yg menghubungkan Dumai dengan Batam, Tanjung Pinang dan bahkan Malasyia serta Singapura. Setelah sarapan perjalanan kami lanjuutkan ke site yg berikutnya. Meski sudah beberapa jam kami lakukan tes, masih saja gagal. Akhirnya kami putuskan untuk kembali ke pekanbaru. Namun, Pak boss bilang nanti di perjalanan arah pulang akan ada test 1 site. Ternyata site BALAM KM31 tersebut bukan berada di arah pulang namun arah ke kota medan, 2 jam lagi dari dumai. Kami harus memutar balik dan menuju ke kota tersebut. Sepanjang perjalanan kami jumpai rumah2 suku2 asli melayu yg hidup di hutan2 sawit....jauh dari peradaban. Di perjalanan saya sempatkan makan di warung tradisional, menu hari itu istimewa.....penyetan lele asli rawa2 pedalaman......mak nyoss....dagingnya kenyal dan kaya serat... 1 jam kemudian setelah pekerjaan selesai, kami langsung pulang ke Pekanbaru meski saya ingin istirahat dulu dan besoknya baru balik....Ternyata Pak Driper ngebet pulang karena kangen berat ma istrinya yg lagi hamil muda.....ah, dasar pengantin muda....I just can't imagine what about me if I got someone there....wkwkwk...ngayal2....adus2 kono sik...... Sebelum pulang, kami mampir untuk belanja oleh2 berupa nanas dan sekedar poto2 narsis untuk upload di blog ini.....

Dumai, 180409

Tidak ada komentar: