Minggu, 04 Januari 2009

We're Nothing....

Bismillahirohmaanirrohiim....

Di dunia ini ada banyak fragmen kehidupan yang sering sekali memberi pelajaran bagi kita tentang banyak hal. Dulu di sekolah kita sering diajari bagaimana menjadi manusia yang baik, berakhlak dan lain sebagainya. Namun, perubahan keadaan dan lingkungan terkadang tanpa kita sadari akan menggerus kepribadian kita. Maka lahirlah sikap2 materialistik, sombong, acuh dan lain sebagainya. Namun, Tuhan Maha adil, meski kadang kita sudah jarang membuka buku2 pelajaran akhlak, Dia telah memberi banyak pelajaran kepada kita, dinataranya melalui kejadian sehari-hari. Tinggal kita mau mengambil hikmah atau tidak.

Seperti kisah yang saya alami beberapa hari lalu. Kisah pertama terjadi saat saya seperti biasa sembayang di mejid kecil samping kosan. Saat itu hari Kamis, seperti biasa mejid mengadakan wirid pengajian rutin. Kebetulan yg mengisi adalah seorang ustadz yang bersahaja dan agak 'sepuh' - berusia sekitar lima puluhan. Meski hanya dihadiri sekitar 15 orang,Pak kyai ini menyampaikan pesan2 agama dengan semangat, atraktif dan menyenangkan diselingi kisah2 menarik. Di akhir acara beliau sempat menawarkan kepada jamaah jika berkenan untuk menyumbang pembangunan pesantren anak2 yatim yg dikelolanya dengan cara membeli sebuah kalender seharga 6000 rupiah yg beliau sebarkan sendiri. Abis sholat baru saya mengerti bahwa beliau bukan orang biasa, maklum disini kadang ustadz hanya disebut Buya tanpa nama. Nama lengkap beliau adalah Professor Dr. Ali Tabri MA (panjang banget titelnya ...), Dekan Fakultas Syariah UIN Syarif Qosim Riau dan Dosen S2 dan S3 di Malaya University Malasyia. Jadi beliau satu minggu di Indonesia dan satu minggu di Malasyia. Yang lebih membuat saya salut, saat keluar dari mesjid dan hendak pulang ternyata beliau menaiki motor butut engga tahu keluaran berapa. Padahal, secara logika bisa saja beliau kecewa karena yg hadir sedikitd. Atau bisa saja beliau minta asistennya untuk menyebar kalender itu atau membuat proposal besar2an kepada para pejabat sebagaimana yg sedang trend saat ini. Selain itu bisa saja beliau menyuruh sopir pribadinya untuk menjemputnya pulang daripada baik motor butut. Tapi, beliau tidak melakukannya...beliau tidak mau merepotkan orang lain dan tidak malu menjalani hidup sederhana meski telah bertitel Professor, sebuah titel tertinggi dalam dunia akademik. Karena itu kadang saya malu kalau membandingkan diri ini dengan sang professor. Saya kadang suka pethentang pethenteng naik mobil (padahal itu juga mobil orang - lom bisa nyetir lagi hahaha), atau sok hebat karena kemana-mana naik pesawat dan pakai sepatu....padahal kenyatanya saya hanya manusia bodoh baik secara akademik maupun emosional....ah, semoga Tuhan mengampuni saya........Terima Kasih Professor telah memberi saya pelajaran yg berharga hari ini..

Yang kedua, hari2 ini saya lagi semangat2nya jogging abis shubuh. Maklum udah hampir 10 hari nganggur ga ada kegiatan apa2 dan sekalian nyegarin badan (sekalian liat2 mbak2 yg cakep2 pada jogging hehehe, kidding.. ). Nah, abis jogging saya sempetin beli kue dan minuman yg banyak dijajakan keliling. Saya kasihan melihat dua anak laki2 memakai peci berjualan keliling sepanjang lapangan (saya teringat masa2 sedih dulu di pesantren harus makan nasi dan garam), mereka kelihatan letih namun sangat bersemangat. Setelah saya beli mereka pergi sebentar menukar uang karena mereka belum memiliki uang kembalian. Setelah mereka datang, uang kembalian saya pun dikembalikan dan merekapun pergi. Sekitar lima menit kemudian dengan berlumuran keringat mereka datang lagi dan salah satu berkata " Bang, tadi uang kembaliannya kurang lima puluh rupiah"......Subhanallah....Saya merasa seperti tersambar petir...getir dan bangga....anak sekecil itu rela kembali mencari saya, hanya karena uang lima puluh rupiah....Bandingkan dengan korupsi pejabat yg titelnya ga karuan banyaknya itu. Apalagi setelah itu dia bercerita ibunya sedang terkena strook dan terbaring lemah....saya hanya berdoa, Ya Allah berkahi rizki anak itu...berkahi rizki orang2 yang masih mau jujur di dunia yg serba materialistik ini...Rabb...sembuhkanlah ibunya dan angkat derajatnya.....

Khudzil Hikmah Walau Min Ayyi Makaanin Khorojat.....
(Ambillah pelajaran dan hikmah, darimanapun ia datang)

Tidak ada komentar: